Selasa, 14 Oktober 2014

Tips Jika Tersesat Di Gunung

 
         Mendaki gunung dan menikmati keindahan sang pencipta memang hal yang menyenangkan, tapi resikonya pun besar disaat kita menginjakkan kaki di hutan belantara. Tidak semua pendaki mawas diri, apalagi pendaki pemula yang biasanya bersikap kurang koreksi diri terhadap kecelakaan sekecil apa pun. Mereka sering memandang diri sebagai orang kuat. Contoh paling gampang, kalau kita bermain di air.  Sejago apa pun kita berenang, alat pelindung tetap harus digunakan. Begitu pula pendaki yang kerap naik-turun gunung. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan saat tersesat di gunung :
  1. Sadarilah bahwa diri kita sedang tersesat tapi tetap tenang dalam posisi santai atau duduklah, dan jangan panik.
  2. Renungi dan berfikirlah apa yang menyebabkan kita tersesat, ingatlah kejadian demi kejadian yang menyebabkan kita tersesat. Sembari berdo'a pada Sang Kuasa, insya'Allah dengan kekuatan do'a kita bisa menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.
  3. Perhatikan dengan seksama, seberapa banyak sisa perbekalan (air dan makan), Keadaan alam sekitar, Keadaan cuaca, Peta, Kompas, Sinyal. Hal-hal tersebut dapat mendukung bagaimana kita mengambil keputusan untuk menentukan langkah berikutnya. Tetaplah tenang.
  4. Tentukan langkah yang akan diambil dan putuskanlah. Apakah kita hanya berdiam diri di tempat tersebut menunggu bantuan dari team SAR, atau kita berjalan mencari sumber pertolongan. Semua perencanaan tersebut harus dibuat sematang mungkin, keadaan kesehatan diri kita merupakan hal yang vital dalam menentukan perencanaan tersebut.
  5. Jangan patah semangat, Tetaplah berfikir positif. Kedua hal tersebut adalah dukungan untuk membangkitkan semangat hidup kita ketika dalam keadaan terjepit.

Terima Kasih atas kunjungannya, Semoga Bermanfaat ^_^ , kunjungi juga kedai pendaki, klik disini.

Manfaat Mendaki Gunung/Hiking Bagi Kesehatan


         Seharusnya tidak mengejutkan bahwa mendaki gunung menawarkan banyak manfaat kesehatan. Mendaki gunung atau hiking adalah bentuk lain dari olahraga. Penggemar hiking telah lama menyatakan manfaatnya termasuk penurunan berat badan dan pencegahan osteoporosis. Berikut ulasannya:

1. Menurunkan berat badan
Hiking adalah bentuk besar kardiovaskular, terutama bagi orang-orang yang merasa tidak nyaman untuk jogging atau berjalan karena kondisi tertentu misalnya radang sendi (arthritis). Mendaki gunung menyediakan rute untuk berjalan menanjak, menurun, dan di medan yang bervariasi. Anda bahkan tidak perlu berupaya keras untuk menuai manfaat dari hikingHiking pada kecepatan yang nyaman masih bisa membakar 240 hingga 370 kalori per jam.

2. Pencegahan dan pengendalian diabetes
Penelitian menunjukkan bahwa mendaki gunung dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe II. Dapat juga membantu mengelola kondisi kondisi penderita diabetes. Meskipun hiking bukan obat untuk penderita diabetes tipe I, tapi dapat membantu mengurangi jumlah insulin yang Anda butuhkan. Hiking yang dipadukan dengan diet dan gaya hidup sehat secara keseluruhan sangat berkontribusi terhadap pemulihan diabetes tipe II.

3. Meringankan radang sendi
Mungkin sulit bagi mereka yang menderita radang sendi (arthritis), terutama di lutut, untuk hiking. Masalahnya adalah diam dan tidak menggerakkan sendi hanya akan membuatnya lebih buruk. Hiking dapat membantu memperkuat otot-otot kaki yang lain, mengambil tekanan dari lutut. Banyak cara mudah mendaki gunung dengan pemandangan indah yang memungkinkan Anda perlahan-lahan mulai membangun otot-otot saat berpikir rasa sakit.

4. Pencegahan penyakit jantung
Hiking adalah bentuk latihan kardiovaskular, untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan jantung Anda. Penelitian telah lama menunjukkan bahwa olahraga teratur, terutama berjalan, mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, hikingmeningkatkan jumlah "kolesterol baik" dalam tubuh Anda. Kolesterol baik berfungsi untuk menjaga kolesterol berbahaya dari arteri Anda.

5. Pencegahan osteoporosis
Osteoporosis adalah suatu kondisi di mana tulang menjadi keropos dan rapuh. Osteoporosis kebanyakan mempengaruhi wanita tua karena mereka tidak memiliki kalsium yang cukup dan kepadatan tulang yang lebih rendah. Berjalan kaki tidak hanya akan membantu untuk mencegah osteoporosis, tetapi dapat membalikkan itu juga. Berjalan kaki akan memperlambat tingkat di mana tubuh Anda kehilangan kalsium, pembentukan tulang yang kuat dan sehat. (Amerikanki) 
TTD

Sumber : metrotvnews , terima kasih atas kunjungannya :)

Cara Merawat Jaket Outdoor Waterproof / Talsan


          Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan Jaket waterproof yang biasa digunakan untuk kegiatan Outdoor Digunung. Tapi tahukah bahwa bahan yang digunakan adalah Taslan? kali ini kita akan memberikan tips cara merawat Jaket berbahan taslan ini dan sebelum kami membahas tips-tipsnya perlu diketahui bahwa jenis dari bahan  atau kain untuk pembuatan jaket outdoor biasanya terbuat dari polyester atau dari bahan nylon yang umumnya dikenal dengan kain taslan, parasut, atau cordura. Bahan tersebut bersifat hidropobik atau menolak air karena kain tersebut dibuat dari kimia sintetis. Lalu apabila bahan tersebut menolak air bagaimana cara merawat dan mencucinya? Cukup mudah sebenarnya apabila kita mengikuti cara-cara berikut:
  1. Gunakan apapun yang sekiranya cukup untuk merendam jaket dengan air hangat ataupun langsung air keran. Tambahkan mild soap/sabun tanpa detergent seperti shampoo/sabun bayi. Karena sifat detergent yang keras dimungkinkan akan merusak bahan tersebut.
  2. Rendam selama 30-60 menit.
  3. Kucek menggunakan tangan, kalau masih ada noda yang sedikit menempel sikatlah dengan lembut dan searah serat/alur, jangan menggosok terlalu kasar nanti akan memperlebar pori kain.
  4. Bilaslah seperti biasa hingga sabunnya hilang.
  5. Peras dengan cara meremas/menekannya saja. Jangan diperas dengan cara dipelintir.
  6. Keringkan jaket dengan cara digantung atau menggunakan hanger dan hanya diangin-anginkan saja. Jangan dijemur terkena sinar matahari langsung.
  7. Kalau sudah kering dan ingin lebih rapi bisa disetrika. Akan tetapi saat akan menyetrika dianjurkan untuk dilapisi dengan handuk atau kain lain sehingga tidak bersentuhan langsung. Atur setrika dengan low-medium heat/panas kecil atau settingan nylon synthetic.
  8. Jika Dilaundri, Konsultasikan ke laundry sebelum mencuci perihal bahan kimia yang digunakan dan efeknya pada bahan. namun sebaiknya jangan di Laundry.
  9. Larangan:
    • jangan terlalu kencang jika menggunakan mesin cuci,
    • jangan dikucek, jangan diperas, jangan gunakan kimia keras dan/atau pemutih,
    • jangan dijemur di bawah matahari terik,
    • jangan dicuci bersamaan dengan pakaian lain.
    • Jangan di Strika dengan Panas tinggi tapi, Low Iron/ Panas rendah
Semoga Bermanfaat ^_^ WWW.KEDAIPENDAKI.COM

Gunung-gunung Indah Di Indonesia

1. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat

Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
Gunung Rinjani
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian
3.726 m dpl. Rinjani adalah gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan
pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur,
Lombok Tengah dan Lombok Barat.


2. Puncak Jaya atau Carstenz (Pegunungan Jayawijaya), Papua 
Puncak Jaya atau Carstenz (Pegunungan Jayawijaya), Papua
Puncak Jaya
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang
terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m
dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia,
yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global. Puncak ini
pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania.
Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh
puncak dunia.


3. Gunung Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo
Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai
obyek wisata di Jawa Timur. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas
permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan,
Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah
dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan)
dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan
jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.


4. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur
Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur
Gunung Kelimutu
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT,
Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten
Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal
dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah,
biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring
dengan perjalanan waktu. Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti
gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk
setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan
memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.


5. Gunung Semeru, Jawa
Gunung Semeru, Jawa
Gunung Semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan
puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak
Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Semeru mempunyai kawasan
hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan
Ericaceous atau hutan gunung. Posisi gunung ini terletak di antara wilayah
administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang.


Barang-barang gunung produk Indonesia Murah Dengan Kualitas Terbaik >> Klik Disini

Persiapan Mendaki Gunung Bagi Pemula

  
          Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari. Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim. Karena hal itu, sebelum melakukan pendakian, setiap pendaki harus melakukan persiapan yang matang. Jangan sampai kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dan kepuasan diri ini berakibat yang merugikan buat diri pendaki dan alam. Tips-tips mendaki gunung buat pendaki pemula berikut mungkin sedikit membantu persiapan pendakian gunung tersebut.
1. Perencanaan pendakian
Tips pertama adalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu, akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan. Jangan lupa untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak-pihak terkait.
2. Mempersiapkan fisik dan mental
Tips selanjutnya adalah mempersiapkan fisik dan mental seperti dengan melakukan olah raga secara rutin agar badan tidak kaget saat melakukan pendakian.
3. Mempelajari dan harus mengetahui mengenai medan dan rute yang akan dilalui
Penguasaan medan dan rute merupakan sebuah hal yang sangat penting. Paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung musti ada lebih dari satu orang yang benar-benar telah menguasai medan dan mengatahui rute dan jalur pendakian.
4. Mempersiapkan perlengkapan yang efektif dan berdaya guna besar
Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantarany: tas khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag, baju ganti, alat penerangan seperti senter, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi, tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan. Referensi alat2 Pendakian :) --> kedaipendaki.com
Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat carrierl digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang agar kita tidak cepat lelah karena menahan beban yang berat akibat kesalahan packing.
Barang-barang bawaan sbelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik. Tips ini untuk mencegah barang menjadi basah (berfungsi sebagai lapisan anti air) atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.
5. Mengatur manajeman logistik dan bahan makanan yang mencukupi
Tips membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
6. Memperoleh izin dan melapor pada pos pendakian
Sebelum pendakian dilakukan musti melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di pos pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
7. Tidak merusak alam dan menjaga lingkungan sebaik-baiknya.
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandalisme), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss), maupun membuang sampak non-organik
Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di pos pendakian. Tips ini sesuai dengan semboyan yang biasanya dipegang oleh pencinta alam:  jangan pernah meninggalkan apapun di gunung kecuali tapak kaki dan kenangan.
Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang putung rokok, matikan dulu bara apinya. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
Dengan melakukan tips-tips mendaki gunung di atas, pendakian yang dilakukan meskipun oleh pemula dapat terlaksana sesuai harapan dan terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat ataupun terkena hipotermia. Karena pada prinsipnya, sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar untuk mencapai puncak gunung belaka, namun juga musti mampu kembali pulang.

Sumber : Dari berbagai sumber di google.com, keyword : tips mendaki gunung bagi pemula 

Hindari Penyebab Pendaki Tewas Di Gunung



1.Sikap Sok Jagoan
          Sikap sok jagoan ini nyaris selalu menjadi penyebab utama musibah pada pendaki pemula. Dengan alasan mencari tantangan, para pendaki pemula ini mencari jalur di luar jalur resmi. Parahnya, seringkali mereka melakukannya tanpa kemampuan navigasi yang baik. Jangankan GPS dan peta topografi, sekadar kompas pun tak bawa. Lalu apa yang diandalkan? 
Maka petualangan mereka pun biasanya berakhir di dasar jurang, mati kedinginan di lembah atau ditandu Tim SAR ke rumah sakit. Membuka jalur baru juga berarti merusak konservasi. Mengganggu hidupan liar dan ekosistem. Para pendaki berpengalaman tak akan melakukannya selain untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan.
2.Managemen Logistik Yang Salah
          Salah satu masalah pendaki pemula adalah buruknya manajemen logistik. Dalam pikiran mereka, mendaki gunung identik dengan mie instan. Hal ini salah besar. Mendaki gunung adalah kegiatan berat. Butuh kalori hingga 4.000 kkal per hari. Bayangkan dengan aktivitas sehari-hari yang rata-rata hanya membutuhkan 2.000 kkal per hari. Kebutuhan kalori yang besar ini didapat dari daging-dagingan berlemak, coklat dan karbohidrat. Tentu bukan mie instan yang sulit dicerna tubuh dan menyerap air dalam tubuh. Seringkali para pemula mendapati nasi yang ditanak tak matang sempurna. Maka kombinasi makanan mereka jadi nasi keras, mie instan dan ikan asin. Karena tak nikmat, napsu makan pun berkurang. Padahal tubuh butuh banyak masukan untuk tenaga dan menjaga suhu agar tetap hangat. Dalam kondisi lemas dan lapar inilah sering terjadi kecelakaan. Kurangnya konsentrasi, pingsan hingga kematian.
3.Buruknya Packing
          Packing atau mengepak barang dalam ransel adalah seni yang harus dikuasai pendaki gunung. Seluruh barang bawaan harus masuk ke dalam ransel. Karena medan sulit, tak boleh ada yang tergantung di luar ransel selain botol air minum. Tangan harus bebas karena memegang walking stick atau berpegangan meniti akar-akar pohon jika dibutuhkan. Maka lihatlah para pendaki pemula. Dengan panci digantung ke ransel. Tangan menenteng sleeping bag atau jaket. Ransel mereka tak dilapisi lagi dengan cover bag. Pakaian di dalam ransel tak dilapis plastik. Jika hujan, semua pakaian, jaket dan sleeping basah. Padahal sangat penting menjaga pakaian ganti tetap kering. Tidur dengan keadaan basah bisa mengakibatkan hipotermia. Inilah penyebab utama kematian seorang pendaki gunung. Suhu tubuh turun karena kedinginan. Jangan pernah anggap enteng mengepak barang. Ini yang sering dimasabodohkan pendaki pemula.
4.Mendaki Dengan Rombongan Besar
          Shizuko Rizmadhani berangkat bersama rekan-rekan pecinta alam di sekolahnya. Jumlahnya 27 orang. Jumlah yang sangat besar untuk pendakian gunung. Kemungkinan orang tua mudah memberikan izin jika pergi dalam rombongan besar. Orang tua merasa anaknya lebih aman karena banyak yang menjaga, Padahal salah besar! Rombongan besar justru merepotkan. Makin sulit membagi logistik dan mengatur manajemen perjalanan. Bayangkan butuh berapa kompor lapangan untuk memberi makan 27 orang itu? Lalu perlengkapan P3K? Siapa ketuanya? Apakah dia benar-benar berwibawa untuk mengatur 27 orang itu? Masalah yang sering muncul adalah banyaknya konflik. Keinginan anggota yang beraneka ragam dan sikap intoleransi. Lihatlah kasus Shizuko, kemana saja teman-temannya yang banyak itu? Pendakian ideal, beranggotakan 4 sampai 6 orang pendaki. Pilihlah satu orang untuk memimpin pendakian. Bukan karena dia ketua, tapi memang memiliki watak bisa diandalkan dan leadership.
5.Hipotermia Disangka Kesurupan
          Pendaki pemula mendaki tanpa ilmu. Berbekal semangat dan tanpa perlengkapan memadai mereka nekat mendaki gunung. Karena tidak tahu ilmu P3K, maka sering terjadi salah kaprah. Pada penderita hipotermia, korban akan menggigil dan kehilangan kesadaran. Lalu mulai bicara melantur. Karena nyerocos tak karuan dan sukar diajak komunikasi, teman-temannya menyangka si korban kesurupan. Mereka malah membacakan doa untuk mengusir setan. Inilah yang mungkin terjadi pada Shizuko. Seharusnya, segera lakukan pertolongan. Ganti pakaiannya dengan pakaian kering. Masukkan dalam sleeping bag yang sudah dihangatkan. Taruh juga beberapa botol air panas di dalam sleeping bag itu. Jaga kondisi lingkungan tetap hangat. Jika sudah membaik beri makanan hangat sedikit demi sedikit. Hindari memberi kopi atau minuman keras.
5.Aku Si Cepat
          Ciri khas pendaki pemula, apalagi yang masih berusia muda adalah selalu bergerak dengan cepat. Mereka selalu tergesa-gesa, menjadikan naik gunung seolah lomba lari ke puncak. Malu menjadi yang paling belakang, karena sering dianggap sebagai yang terlemah. Karena itu biasanya waktu tempuh ke puncak lebih singkat. Baru setelah perjalanan turun, aneka masalah datang. Kehabisan tenaga, cidera otot hingga kecelakaan dan kehilangan arah menjadi ancaman. Idealnya, ada seorang sweeper yang berjalan paling belakang. Biasanya orang ini yang paling kuat dan bisa diandalkan. Tugasnya menyapu seluruh anggota tim. Memastikan tak ada yang keteteran atau tertinggal di belakang. Namun dalam rombongan pendaki pemula, tak ada yang mau menerima tugas ini. Jadi sweeper dianggap hina. Menjadi paling pertama sampai puncak dan pertama turun ke kaki gunung jadi tujuan utama. "Aku si cepat. Tanpa sadar kutinggalkan sahabatku yang kelelahan mati di gunung."

Sumber : merdeka.com | Editor by : Kedai Pendaki ^_^

Mengatasi Dingin Saat Mendaki Gunung

         Bagi Anda yang suka mendaki gunung atau berkemah, menghadapi dinginnya udara pegunungan mungkin sudah biasa. Namun, bagi Anda yang belum terbiasa mendaki atau berkemah, ke gunung pun masih memilih gunung yang bisa dicapai dengan kendaraan, seperti Bromo misalnya, udara dingin akan menjadi tantangan tersendiri buat Anda. Agar dinginnya udara pegunungan tidak menghalangi Anda beraktivitas saat berkemah atau menunggu indahnya matahari terbit saat mendaki, Anda perlu mencoba tips-tips berikut

1. Lakukan aklimatisasi 
Aklimatisasi adalah penyesuaikan tubuh terhadap suhu atau kondisi alam pegunungan. Aklimatisasi sebaiknya dilakukan sebelum melakukan pendakian. 


2. Bawa pakaian hangat 
Pastikan jaket tebal menjadi barang bawaan wajib yang masuk ke dalam ransel Anda. Bawalah jaket anti air yang dilapisi dengan bahan polar. Ini untuk mencegah kelembapan yang semakin lama akan semakin menembus ke bahan jaket. Selain jaket, Anda bisa membawa kantong tidur (Sleeping bag) yang bisa menjadi penangkal dingin yang ampuh untuk Anda gunakan saat tidur. 
Produk by : KedaiPendaki.Com


3. Buat api unggun 
Jika memungkinkan, membuat api unggun bisa menjadi pilihan. Meski demikian jangan sekali-kali untuk menebang dahan pohon hanya untuk dijadikan sebagai api unggun. Sebagai alternatif, Sebelum malam tiba, Anda bisa mengumpulkan ranting-ranting pohon yang telah kering. 

4. Membuat minuman hangat 
Buatlah minuman hangat seperti air jahe atau susu panas. Selain nikmat disantap, minuman ini juga cocok untuk menghangatkan tubuh. 

5. Beraktivitas berkelompok 
Berkelompok cukup ampuh untuk melawan dingin, saat Anda ngobrol duduklah berdekatan dalam kelompok yang besar, saat Anda tidur maksimalkan kapasitas tenda Anda. 

6. Jangan memakai jins 
Selain memberatkan, pakaian berbahan dasar jins akan membuat Anda tidak leluasa untuk bergerak. Kerugian lainnya, jins merupakan bahan yang akan menahan dingin dengan sempurna. 

7. Lakukan peregangan 
Meski udara dingin menggigit tulang, jangan biarkan tubuh Anda hanya berdiam diri di dalam tenda. Untuk itu, Anda bisa melakukan peregangan agar rasa dingin sedikit berkurang.

Sumber : Dari Berbagai Sumber | Semoga Bermanfaat ^_^ I KedaiPendaki.Com

Peralatan Mendaki Gunung (Hiking)

         Mendaki gunung merupakan aktivitas yang tidak bisa diremehkan dan harus dipersiapkan dengan matang. Persiapan yang benar dan cermat akan membuat proses mendaki gunung lebih menyenangkan. Persiapan fisik dan mental merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mendaki gunung, seperti latihan fisik sebulan sebelum mendaki dan mempersiapkan perlengkapan pendakian.
        Perlengkapan mendaki gunung merupakan pokok dari pendakian yang akan dilakukan. Setiap pendaki gunung wajib mengetahui apa saja perlengkapan yang harus dibawa. Perlengkapan yang dibawa merupakan salah satu cara pula untuk mengurangi bahaya yang mungkin terjadi. Gunung dan segala aspeknya mau tidak mau merupakan lingkungan yang asing bagi kita, terutama untuk orang yang terbiasa hidup di dataran rendah. Oleh karena itu, perlengkapan pendakian itu wajib hukumnya.
         Biasakan untuk membuat checklist atau daftar perlengkapan yang harus dibawa untuk mendaki gunung. Daftar ini dimungkinkan untuk memeriksa kekurangan barang yang belum ada. Perlu diketahui bahwa daftar perlengkapan setiap orang bisa jadi berbeda, namun ada patokan minila daftar perlengkapan yang bisa dibawa. Beberapa barang di bawah ini merupakan barang wajib masuk daftar perlengkapan.
Checklist perlengkapan mendaki gunung :
1.Sepatu Gunung--> KLIK DISINI
Perlindungan terhadap kaki harus benar-benar diperhatikan. Pasalnya, aktifitas utama dalam mendaki gunung adalah berjalan dan berpeluang untuk terluka karena batu atau halangan lainnya selama perjalanan. Hal pertama yang harus diperhatikan ketika memilih sepatu gunung adalah solnya. Pilih sepatu yang solnya terbuat dari karet atau sintetis, terutama yang memakai tumit. Sol ini akan membantu kaki dan menunjang gerak badan dengan baik selama perjalanan di gunung.

2.Ransel--> KLIK DISINI
Ransel atau carrier merupakan tempat yang tepat untuk membawa barang yang dibutuhkan selama pendakian. Ransel akan menahan beban yang dibawa di kedua bahu secara merata dan sempurna. Titik berat beban jatuh di tulang belakang yang kuat. Pengepakan barang (packing) dengan tepat merupakan hal yang terpenting dilakukan oleh setiap pendaki gunung. Barang yang paling berat diletakkan di bagian atas agar berat keseluruhan ransel tidak jatuh di pinggang atau punggung.

Ada beberapa pilihan ransel yang disesuaikan dengan kebutuhan, tipe perjalanan, dan bentuk tubuh pendaki. Kapasitas ransel mulai dari 40 liter hingga 120 liter. Ransel yang berkapasitas besar biasanya dipakai pada perjalanan yang panjang.

3.Tenda
Pilih tenda yang mempunyai ventilasi. Tenda yang tidak mempunyai ventilasi akan menyebabkan udara panas dalam tenda tertahan sehingga menaikkan kelembaban dalam tenda.

4.Pakaian--> KLIK DISINI
Gunakan pakaian yang terbuat dari wol, katun, parasut, atau bahan yang mudah mengering. Hindari pemakaian pakaian yang berbahan jeans sekalipun terlihat kuat namun bahannya sulit untuk mengering dan justru akan semakin terasa berat.
a.     Jaket (tahan air)
b.     Kaos
c.      Celana panjang
d.     Celana penek
e.     Pakaian ganti : kaos, kaos kaki, pakaian dalam, sweater, hem lengan panjang, dll.
f.      Scarf
g.     Sarung tangan
h.     Kerpus atau balaclava (pelindung kepala atau muka)


5.Perlengkapan Tidur
a.     Matras
b.     Sleeping bag (kantung tidur)

6.Perlengkapan Masak
a.     Kompor
Pilihan : kompor paraffin, kompor gas
b.     Nesting, sendok, cangkir, pisau, dll.
c.      Bahan makanan : makanan siap pakai (instan) seperti mie, cokelat, biskuit, roti, sarden, telur, dll.

7.First Aid
a.     Obat keselo
b.     Plester luka
c.      Obat masuk angina
d.     Obat diare / sakit perut
Sesuai dengan kebutuhan.

8.Survival Kit
a.     Korek api (simpan dalam wadah waterproof)
b.     Senter atau headlamp
c.      Peniti, silet, cutter, pisau multifungsi, dll.
d.     Alat navigasi : peta, kompas, altimeter, GPS, dll.
e.     Tali
f.      Jas hujan ponco
g.     Botol air
h.     Tas plastik

9.Lain – lain
a.     Kartu identitas
b.     Uang
c.      Kamera
d.     Alat komunikasi
e.     Buku catatan perjalanan
f.      Baterai senter cadangan
g.    Topi
h.    Sunburn protection (sunblock)
i.     Kacamata
Sumber : dari berbagai sumber | dapatkan perlengkapan hiking disini kedaipendaki.com ^_^